Saturday, 21 March 2009



Setiap waktu bergelut dengan keyakinan. Terjebak situasi yang mencengangkan, Hanya untuk menjadi diri kita sendiri. Bahkan memilih jalan keluar untuk ego yang menjebak, terkadang sulit.

Seseorang berkata, hidup tak sesulit itu bila kita sederhana. Kuat bagaikan karang dikala badai menghadapi takdir. Mungkin kita takkan bisa berjalan diatas air, karena kita bukan angin. Tapi kita bisa berdampingan dengan air, seperti tanah.




  • Kita lahir dengan dua mata di depan wajah kita, kerana kita tidak boleh selalu melihat ke belakang. Tapi pandanglah semua itu ke depan, pandanglah masa depan kita.

  • Kita dilahirkan dengan 2 buah telinga di kanan dan di kiri, supaya kita dapat mendengarkan semuanya dari dua buah sisi. Untuk berupaya mengumpulkan pujian dan kritikan dan memilih mana yang benar dan mana yang salah.

  • Kita lahir dengan otak di dalam tengkorak kepala kita. Sehingga tidak peduli semiskin mana pun kita, kita tetap kaya. Kerana tidak akan ada seorang pun yang dapat mencuri otak kita, fikiran kita dan idea kita. Dan apa yang anda fikirkan dalam otak anda jauh lebih berharga daripada emas dan perhiasan.

  • Kita lahir dengan 2 mata dan 2 telinga, tapi kita hanya diberi 1 buah mulut. Kerana mulut adalah senjata yang sangat tajam, mulut bisa menyakiti, bisa membunuh, bisa menggoda, dan banyak hal lainnya yang tidak menyenangkan. Sehingga ingatlah bicara sesedikit mungkin tapi lihat dan dengarlah sebanyak-banyaknya.

  • Kita lahir hanya dengan 1 hati jauh di dalam diri kita. Mengingatkan kita pada penghargaan dan pemberian cinta diharapkan berasal dari hati kita yang paling dalam. Belajar untuk mencintai dan menikmati betapa kita dicintai tapi jangan pernah mengharapkan orang lain untuk mencintai kita seperti kita mencintai dia.

  • Berilah cinta tanpa meminta balasan dan kita akan menemui cinta yang jauh lebih indah.