Wednesday, 11 July 2018
memantaskan diri
memantaskan diri untuk diringankan siksa kuburnya
memantaskan diri untuk ditolong rasulullah di telaga kautsar
memantaskan diri untuk dinaungi awan di padang mahsyar nanti
memantaskan diri untuk diampuni Allah atas segala dosa
memantaskan diri untuk dijauhkan dari api neraka
memantaskan diri untuk dimasukkan ke dalam surgaNya
itulah sebaik-baik tujuan memantaskan diri
Sunday, 8 July 2018
Aku Belum Baik
Pernah gak denger orang bilang kayak begini.
Mbaknya itu loh kerudungnya lebar tapi ketawanya masih ngakak gitu
Mbaknya itu lho sudah pake jilbab masih aja banyak tingkah
Mbaknya itu loh, begini
Mbaknya itu loh, begitu
Katanya sudah hijrah, harusnya semuanya jadi baik dong. Akhlaknya, sopan santunnya, semuanya.
Malah ngeri lagi yg komentar gini. Mending kayak aku gini. Buruk buruk aja, belum bisa pake kerudung lebar, belum pakai jilbab. Ya karena masih belum sempurna perilakunya.
Iya, yang hijrah penampilan saja masih susah istiqomah. Apalagi yang belum....
Aduh.... Mbak hijrah pakaian kami yg sesuai syariat ini salah satu cara kami supaya istiqomah. Buat rem istilahnya, tapi tetap saja kami manusia biasa. Masih futur juga.
Islam itu syariatnya baik sempurna
Nah muslimnya yg kadang khilaf tidak sempurna
Tetap ingat mbak mbakku, adekku, saudaraku seiman, berpakaian sesuai syariat itu wajib hukumnya.
Muslimah harus selalu memperbaiki diri.
Ya muqollibal qulub. Tsabit qolbi alaa diniik.
Wednesday, 6 June 2018
Tentang kedatangan
Suatu pasti yang bukan janji
Langkah berani yang cukup sebagai bukti
Aku di sini dengan pikir penuh
Aduhai....
Nyatanya memastikan hati itu sulit
Mengadu berkali kali pun masih bimbang
Iya aku tahu, menetapkan pilihan
memang tak semudah membalik telapak tangan
Karena di sana ada masa depan yang tak bisa kutebak
Doaku
Semoga apa yang berlaku
Diberkahi oleh Sang Pencipta
Aku yang penuh cemas
Aku yang penuh ragu
Aku yang sedang bimbang
Padahal soal qadha sudahlah tahu
Begitulah aku adanya
اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ ، وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ ، وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ ، وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوبِ ، اللَّهُمَّ فَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ هَذَا الأَمْرَ – ثُمَّ تُسَمِّيهِ بِعَيْنِهِ – خَيْرًا لِى فِى عَاجِلِ أَمْرِى وَآجِلِهِ – قَالَ أَوْ فِى دِينِى وَمَعَاشِى وَعَاقِبَةِ أَمْرِى – فَاقْدُرْهُ لِى ، وَيَسِّرْهُ لِى ، ثُمَّ بَارِكْ لِى فِيهِ ، اللَّهُمَّ وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّهُ شَرٌّ لِى فِى دِينِى وَمَعَاشِى وَعَاقِبَةِ أَمْرِى – أَوْ قَالَ فِى عَاجِلِ أَمْرِى وَآجِلِهِ – فَاصْرِفْنِى عَنْهُ ، وَاقْدُرْ لِىَ الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ، ثُمَّ رَضِّنِى بِهِ
Subscribe to:
Comments (Atom)

