Friday, 23 January 2015

kidung cinta arya penangsang



Nurani yang tercabik
tembang yang merdu sekalipun
akan membuat sakit telinga
bagi hati yang gundah gulana
bagi jiwa yang lelah dan putus asa
bagi sukma yang terluka!

Pelangi muncul diatas Kurawan
warnanya indah bukan buatan
seorang gadis ternganga keheranan
rambutnya tergerai
jatuh ke pangkuan!

Pelangi muncul diatas Kurawan
warnanya indah bukan buatan
seorang gadis ternganga keheranan
rambutnya tergerai jatuh berguguran

bulan tersembul disela-sela rumput
terdengar rengek bocah minta susu
angin membelai daun-daunan
dan malam terasa semakin sunyi

jika kau jatuh cinta
ikutlah ke mana hatimu pergi.
agar cintamu mengalir
bagaikan air kali

sakit sekali rasanya
suatu derita panjang
dimalam yang dingin dan kelam

kerling matamu lebih dahsyat
dari gelombang tujuh samudera
dan senyummu
sanggup menggetarkan dunia
apa artinya diriku si anak desa?

kau adalah matahari pagiku
yang selalu menghangatkan ranjangku
kediri akan membeku
jika kau berpaling dariku

kubuka daun jendela
dan terbentang malam yang indah
dihiasi chandra kartika
di bulan ketiga ini
sepuluh kali aku melewati pintu rmahmu
yang masih rapat terkancing dari dalam
kapan kaubuka, wahai sang dewi puspa?

sekuntum cempaka sedang mekar
ditaman sari desa tumangkar
kelopaknya indah tersenyum segar
kan kupetik cempaka itu
untuk kubawa tidur malam nanti

pelangi itu muncul lagi
membuat garis melengkung ke langit tinggi
daun ilalang diterpa angin gemerisik
membangunkan tidurku dari mimpi buruk
dibatas tugu yang perkasa ini kupahatkan
dengan bermandikan keringat kasih
kalau kau tetap mega yang berbunga-bunga
disanalah aku duduk menunggu pintu maafmu terbuka

pelangi senja mengantarkan burung-burung pulang kesarangnya
domba-domba pulang ke kandangnya
tapi aku hendak kemana?
apa yang kulakukan menjadi tak berdaya
selama senyummu masih kau sembunyikan
dibalik keangkuhan hatimu

sekalipun aku tahu pintu rumahmu terkunci
aku ingin mengetuknya berulangkali
angin yang menghembus bumi menjadi saksi
penyesalan dwipangga menyentuh ke dasar hati

nari ratih!
kau adalah sebongkah batu karang
tapi aku aku adalah angin yang sabar dan setia
sampai langit diatas terbelah dua
aku akan membelai namamu bagaikan bunga

hujan sore itu turun dengan sedihnya
tanpa angin tanpa pelangi
apakah itu pertandan harapanku siasia?
kulewati malam yang dingin ini dengan gemetar
sambail terus memandangi wjahmu

jika hari telah tidur dipangkuan malam
kukirim bingkisan hatiku ini bersama angin
biarpun bulan pucat kedinginan
biarpun bintang merintih di langit yang jauh
akau akan tidur dengan tenang
sambil memeluk senyumanmu dalam kehangatan mimpiku
(Sudah lama trsimpan di note hp...hah)

1 comments:

dewa15 said...

*Aku tau, pintu kamarmu rapat terkunci
Tapi aku akan mengetuknya beribu kali
Seisi bumi dan langit tujuh petala jadi saksi
Penyesalan Dwipangga memadati rongga hati
Nari Ratih..........kau sebongkah batu karang tegar
Tapi kesabaranku adalah tegas air mata
Yang pelan akan menembus keras hatimu
Rinai hujan sore seperti air mata kesedihan
Tanpa anginmu tanpa pelangimu
Itulah tangis harapanku yang sia-sia
Kutelusuri dingin malam
Hanya berselimut bayang2 wajahmu*

Post a Comment