Seorang wanita tampak masuk ke sebuah kedai kopi melangkah menuju ke sebuah
tempat duduk dan melambaikan tangannya. Wajahnya ceria tampak anggun dengan
jilbab yang rapi. Roknya yang panjang tidak menghalangi langkah kakinya yang
mantap dan gesit. Tsuki namanya dan dia bertemu dengan temannya bernama Dira.
Tsuki: "Hai Dira!"
Dira yang sedang asik meminum kopi pun menyambutnya dengan gembira.
"Hai Tsuki, apa kabar?
Mau pesan apa? biar kupanggilkan pelayannya.
Tsuki : Kopi latte dan french fries saja.
Dira : Kamu tidak makan?
Tsuki : Tidak, aku sudah makan tadi.
Dira : Bagaimana? betah kamu tinggal di Bandung?
Tsuki : Alhamdulillah, selama 5 bulan ini aku senang tinggal di sini. Lebuh betah daripada masa 5 bulanku tinggal di Jakarta kemarin. ku
menyukai pekerjaanku dan lingkungan di sini termasuk lingkungan yang nyaman.
Tsuki dulunya tinggal di Jepang. Ayahnya dari Bandung, Jawa Barat dan ibunya
dari Shizuoka, Jepang. Seorang muslim. Sejak kurang lebih setahun yang lalu Tsuki tinggal di Indonesia, 5 bulan di Jakarta 5 bulan ini di Bandung. Dia jatuh cinta pada kota Bandung. Tepat juga tawaran karirnya menjadi
seorang desain interior juga berada di Bandung. Setahun yang lalu Tsuki
memutuskan untuk meniti karirnya di Bandung.
Dira : "Bagaimana kabar Akarui? katanya dia mau ke sini awal tahun
ini?"
Tsuki : "Ah, temanku itu. Katanya ingin menyelesaikan sesuatu terlebih
dahulu. Tapi aku tak tahu kenapa urusannya belum juga terselesaikan. Aku juga
sudah tidak berharap dia ke sini."
Dira : Memangnya kalian sudah tidak saling mengabari? Bukannya dia sangat
peduli denganmu?
Tsuki : Lama aku tidak tau kabarnya. Mungkin dia mulai lelah menghadapi keras kepalaku. Bahkan mungkin sedang teralihkan. Bahagia mungkin di Jepang hidupnya kan sudah enak teman teman di sana juga asik kan.
Ah, entahlah.
Sudahlah jangan bahas dia
lagi. Bahas kamu saja. Katanya kamu mau menikah? hayo kapan?
Dira : Mengalihkan topik ya? Baiklah. Benar aku mau menikah tahun ini. Seta
akan melamarku Januari ini. Doakan semoga lancar ya!
Tsuki : Iya, aku doakan.
Dira tau bagaimana hubungan Tsuki dan Akarui. Akarui teman yang sangat dekat dengan
Tsuki.
Akarui, laki-laki supel yang tiba-tiba berubah menjadi pemalu saat berhadapan dengan Tsuki.
Tsuki, wanita manja yang tiba-tiba berubah menjadi dewasa saat berhadapan bertemu Akarui.
Dira dan Akarui sang anak Indonesia yang kuliah di Jepang terbantu oleh
Tsuki.
Akarui anak Indonesia asli. Dia kuliah di Jepang dan mendapatkan karir
di Jepang. Dira pun tak menanyakan lagi kepada Tsuki tentang Akarui. Obrolan
Dira dan Tsuki pun panjang berganti topik tentang kenangan mereka. Hingga sore
tiba mereka pun beranjak pulang ke rumah masing-masing.
Tsuki sampai ke rumahnya. Menutup pintu dan berkata.
"Dira mengingatkan aku pada Akarui"
"Bagaimana kabarnya?"
"Ada apa dengan janji dan perkataannya yang manis itu?"
Mungkin hanya ucapan penghibur diriku."Aargh kenapa dia gak peka! Dia tak pahami isyaratku selama ini."
Sambil berjalan mondar mandir di kamar dia masih mengoceh.
"Nasihatku mungkin tak terdengar olehnya. Dikiranya aku tukang tuntut
ini itu. Mungkin aku juga salah."
Tsuki beralih membaca novel, tetapi pikirannya tetap ke Akarui. Masih saja
Tsuki mengoceh.
"Aku tak tau apa yang orang itu upayakan untukku.
Katanya teman tapi kenapa aku merasa serba salah.
Oh temanku, Akarui. Bagaimana aku menghadapimu?"
Tsuki menuju tempat tidur dan berbaring.
Matanya terbuka, dia tidak bisa tidur. Pikiran Tsuki melayang.
Dalam hatinya berkata:
"Harapanku tiap hari tiap bulan semakin bertambah untuknya, tetapi
ketika harapanku mulai membesar dan membesar harapan itu mulai pecah. Menjadi
serpihan asa. Seperti sisa pecahan balon yang terlalu semangat aku tiup.
Sekali lagi aku salah berharap.
Kenapa aku selalu berharap kepada makhlukNya.
Mungkin kendali hatiku sedang digerogoti virus. Virus yg mematikan.
Ah
sudahlah aku takkan berharap lagi pada makhlukNya. Harapanku harus besar kepada
Sang Pencipta makhluk."
Tsuki pun malam itu tidur dengan berbagai analisis dan spekulasi aneh yang diciptakannya sendiri dan mulai memenuhi pikirannya.
Pagi ini Tsuki siap melakukan perjalanan. Dibuka ponselnya, ada satu chat
masuk. Dilihat olehnya dari Akarui.
(bersambung)