Friday, 30 December 2016

Atas Nama Cinta-Unic

Tika mata
Diuji manisnya senyuman
Terpamit rasa menyubur harapan

Dan seketika
Terlontar ke dunia khayalan
Hingga terlupa singkat perjalanan
Tersedar aku dari terlena
Dibuai lembut belaian cinta

Rela aku pendamkan
Impian yang tersimpan
Enggan ku keasyikan
Gusar keindahannya
Merampas rasa cinta
Pada Dia yang lebih sempuna

Bukan mudah
Bernafas dalam jiwa hamba
Dan ku cuba
Menghindarkan pesona maya
Kerna tak upaya ku hadapinya
Andai murka-Nya menghukum leka

Diatas nama cinta
Pada yang selayaknya
Kunafikan yang fana
Moga dalam hitungan
Setiap pengorbanan
Agar disuluh cahaya redha-Nya


Biar sendiri hingga hujung nyawa
Asal tak sepi dari kasih-Nya
Kerna sesungguhnya hakikat cinta
Hanya Dia yang Esa

Saratkan hati ini dengan cinta hakiki
Sehingga ku rasai
Nikmat-Nya
Syurga-Nya
Cinta-Nya
(by:liriknasyid.com)


Allah SWT, please keep my heart until that time comes.
I just wanna give this to someone special whose name has wrtten in Lauhul Mahfudz.




سبيلُ الدّموعِ (Jalan Air Mata)

سبيلُ الدّموعِ سبيلٌ مريحْ .... تنهّد أيا صاحِ كي تستريحْ
Jalan air mata adalah jalan kenyamanan.... Keluhkanlah wahai Kawan demi istirahatmu!
وبُثّ الدّعاءَ الخفيَّ الصّريحْ .... يسعْكَ الفضاءُ الرَّحيبُ الفسيحْ 
Panjatkanlah do'a yang lirih di waktu sepi.... Biarkan alam luas mendengar rintihannya

فَبِاللهِ كَمْ تستطبُّ القُروحْ ... ويبرأُ جُرحُ الكَسيرِ الجريحْ 

Segala kepedihan akan sembuh dengan izin Allah.... Hati yang hancur dan terluka membaik kembali
وينشطُ ذاكَ السّقيمُ العَلِيلْ .... وقد كانَ بالسُّقم دهرٌ طريحْ

Yang sakit akan pulih semula.... Di kala sebelumnya terbaring sakit
تقالُ العِثارُ العِظامُ بهِ ... ويغدو الهوا كَكبشٍ ذبيحْ

Segala dosa Allah mengampuni.... Penjahat dan hamba nafsu layaknya ternak yang disembelih
بِذكر الإلهِ تطيبُ الحياة ... تُسرُّ أساريرَ وجهٍ صبيحْ 

Dengan mengingat Allah hidup menjadi tenang.... Wajah yang muram akan cerah kembali

تنحّ أيا حزنُ واهجُر فؤاداً .... توكّل بِجدٍّ بعزمٍ فصيحْ

Hapus segala kesedihan dan tundukkan hati.... Tawakkal sungguh-sungguh dengan tekad yang kuat
فإنّي عَلِمتُ بأنّكَ نَجْوى ..... ولبسُ خبيثٍ مضلٍّ قبيحْ

Sungguh aku tahu segala bisikanmu.... Engkau tersesat dengan pakaian lusuh
تبختر ترجّل بصوتٍ وخيلٍ ... فمالكَ في الأرضِ دربٌ صحيحْ

Adukan suaramu pacu bersama kuda.... Engkau telah kehilangan tujuan di dunia
إلى الله عُدنا وبالله لُذنا .... ليُطْوى زمانٌ بئيسٌ شحيحْ

Hanya Allah tempat kembali bersamanya kebahagiaan.... Demi mengakhiri kelamnya lembaran hidup 


Wednesday, 23 November 2016

Menghitung Waktu

Satu hari ... Dua hari ... Tiga hari ... 
Sampai berhari-hari

Satu bulan ... Dua bulan ... Tiga bulan ...
Sampai berbulan-bulan

Satu tahun ... Dua tahun ... Tiga tahun ...
Ah .........
 Apakah aku akan melanjutkan menghitung waktu?
Apa-apaan ini?

Berdiam di tempat yang sama
Saat waktu terus berlalu

Bergeraklah walau pelan
Berusahalah walau kata menyerah
Selalu bergelayut di pikiran


Saturday, 27 August 2016

Bukankah setiap hal indah jika kita bersyukur


Siang terang benderang
Malam gelap gulita
Ada senja di antara siang dan malam
Lembayung tampak indah
Nikmati saja kesempatan ini
Gelak tawa ceria
Senyuman dari sudut bibir yang merekah
Bahagiaku yang sederhana
Ada banyak hal yang perlu disyukuri
Simpan keluh dan jauhkan prasangka buruk
Karena keyakinan dan sangkaan baik akan membantumu
untuk kuat
Bersemangat
Dan menikmati setiap detik langkah

Friday, 10 June 2016

kopi bulan juni


Kopi bulan Juni, serasa pahit
seperti menjauhnya dirimu dari pandangku

Kopi bulan Juni, serasa manis
seiring tebaran senyumanmu

Kopi bulan Juni, dingin
akan kekakuan langkahmu untuk maju

Kopi bulan Juni, hangat
menatap semangat perjuanganmu

Kopi bulan Juni, seduhan untuk sang pujaan hati

Kopi bulan Juni, racikan kenangan masa lalu dan misteri keindahan masa depan

Cukup satu cangkir kopi di bulan Juni, sore hari ini

tiang dan rumah

Ada sebuah rumah
dari rumah yang kecil
rumah itu berkembang menjadi besar
Dua tiang utama menyangga rumah itu
lima tiang kecil ditambahkan untuk memperkokoh rumah

benar saja rumah yang kuat dan nyaman
Angin hujan panas gempa tak merobohkannya

Suatu ketika satu tiang utama lapuk tak bisa menyangga rumah
satu tiang utama dilepas pergi tak kembali

agak goyah memang
sebuah rumah yang dulunya ada dua tiang utama
kini hanya ada satu tiang utama
tak apalah masih ada lima tiang kecil yg ikut menyangga rumah


Satu tiang kecil memutuskan
Ikut serta dalam pembangunan rumah baru
kepergian tiang kecil kegembiraan adanya rumah baru

Rumah lama
Kini tersisa satu tiang utama dan empat tiang kecil
Rumah masih tetap kokoh masih ada tiang utama
penyangga walau satu

Seiring berjalannya waktu
satu tiang utama yg tersisa pergi
bukan lapuk hanya dipinjam
dipinjam...ya...dipinjam
berada di rumah lain
mungkin lebih kuat membantu menyangga di sana

Goyah memang rumah tanpa tiang utama penyangga
empat tiang kecil sekuat tenaga menyokong rumah besar

seiring berjalannya waktu sekian musim
rumah berusaha kokoh
dengan empat tiang kecil penyangga

Bukan menunggu untuk roboh
tapi menunggu waktu untuk memperbaiki rumah
Tiang kecil menyangganya lebih kuat lagi
Tiang kecil bisa jadi pengganti tiang utama
bukan sepenuhnya mengganti karena memang haikatnya
tiang kecil bukanlah tiang utama
tapi tiang kecil diberi kekuatan lebih
kekuatan untuk bertahan


Sunday, 29 May 2016

siapa yang tahu


Nyaman.....

Bukan harta yang berlimpah
Bukan keramaian
Bukan ketenangan
Benar saja bukan
Bukan itu yang diharapkan

Aku sepi di sini
Karna hilangnya hangatmu
Aku cukup tau apa kewajibanmu
Bahkan mungkin kewajibanku tak terpenuhi seutuhnya
Susah menggapai semuanya beriringan


Menyalahkan keadaan takkan ada pembenarannya
Salahku bukan salahmu
Jalani saja semuanya tanpa mengeluh

Satu pasti
Surgaku masih tetap ada di sana
Hanya saja semuanya terlihat berbeda
Siapa yang tahu semua maknanya

Jauh
Asing
Dingin

Berprasangka baik saja
Setiap hal itu indah
Sinar hangat mentari tiap pagi menghangatkan
Bahkan embusan angin pun selalu menyejukkan

Friday, 13 May 2016

uncertainty (ketidakpastian)

Kata
Kalimat
Ucapan
Janji

Detik
Menit
Jam
Hari

Keberanian
Ketakutan
Kesiapan
Keresahan

Tangisan
Senyuman
Maaf
Terimakasih

Sapaan
Lambaian
Percakapan
Pengacuhan

Harapan
Luka
Ingatan
Lupa

Tersisa
Uncertainty (Ketidakpastian)

Sunday, 1 May 2016

dear my father


Dear my father
Your spoiled child now growing up
At times i need you
To share my daily, my hapiness, my sadness
You are imam at the family
I cant take the reins
But the reasons shame into doing to me
Its not easy
I must do the best
Keep my sis be better
Be a gentlewoman

Dear my father
You are the only one my father
Thanks to all
I can learn about many conditions
I try to solving problem
Cause i know thats i never walk alone

Saturday, 16 April 2016

Bersiap Diri


Biarkan aku mencoba
Mengatasi kelemahanku
Mengasah kemampuanku
Membuka diri untuk tujuan baik
Menutup diri dari kesiasiaan

Apalah arti diri tanpa nurani
Hancur lebur tak berarti

Ijinkan aku bersiap diri

Biarkan hitam tetap hitam
Putih tetap putih
Jangan adakan abu-abu
Karna hanya akan
membuat kebimbangan pada hati

Saturday, 27 February 2016

Padamu Sang Penguasa Jiwa

Beri kekuatan lebih untuk kami
Meringankan segala beban yang datang
Beri keteguhan rasa syukur untuk kami
Selalu ingat bahwa ada hikmah di balik segala cerita hidup

Tentang masalah yang datang
Kami tahu bahwa di luar sana masih banyak yang masalahnya lebih besar dari masalah yang terjadi ini
Tentang kerumitan yang menyudutkan pemikiran
Kami tahu Engkaulah pembuat skenario terbaik bagi hambaNya

Padamu Sang Penguasa Jiwa
Tetap jaga kami untuk tidak lalai
Tetap jaga kami untuk selalu di jalanMu

Saturday, 23 January 2016

Jejak Akarui Tsuki



Seorang wanita tampak masuk ke sebuah kedai kopi melangkah menuju ke sebuah tempat duduk dan melambaikan tangannya. Wajahnya ceria tampak anggun dengan jilbab yang rapi. Roknya yang panjang tidak menghalangi langkah kakinya yang mantap dan gesit. Tsuki namanya dan dia bertemu dengan temannya bernama Dira.
Tsuki: "Hai Dira!"
Dira yang sedang asik meminum kopi pun menyambutnya dengan gembira.
"Hai Tsuki, apa kabar?
Mau pesan apa? biar kupanggilkan pelayannya.

Tsuki : Kopi latte dan french fries saja.
Dira : Kamu tidak makan?
Tsuki : Tidak, aku sudah makan tadi.
Dira : Bagaimana? betah kamu tinggal di Bandung?
Tsuki : Alhamdulillah, selama 5 bulan ini aku senang tinggal di sini. Lebuh betah daripada  masa 5 bulanku tinggal di Jakarta kemarin. ku menyukai pekerjaanku dan lingkungan di sini termasuk lingkungan yang nyaman.

Tsuki dulunya tinggal di Jepang. Ayahnya dari Bandung, Jawa Barat dan ibunya dari Shizuoka, Jepang. Seorang muslim. Sejak kurang lebih setahun yang lalu Tsuki tinggal di Indonesia, 5 bulan di Jakarta 5 bulan ini di Bandung. Dia jatuh cinta pada kota Bandung. Tepat juga tawaran karirnya menjadi seorang desain interior juga berada di Bandung. Setahun yang lalu Tsuki memutuskan untuk meniti karirnya di Bandung.

Dira : "Bagaimana kabar Akarui? katanya dia mau ke sini awal tahun ini?"
Tsuki : "Ah, temanku itu. Katanya ingin menyelesaikan sesuatu terlebih dahulu. Tapi aku tak tahu kenapa urusannya belum juga terselesaikan. Aku juga sudah tidak berharap dia ke sini."
Dira : Memangnya kalian sudah tidak saling mengabari? Bukannya dia sangat peduli denganmu?
Tsuki : Lama aku tidak tau kabarnya. Mungkin dia mulai lelah menghadapi keras kepalaku. Bahkan mungkin sedang teralihkan. Bahagia mungkin di Jepang hidupnya kan sudah enak teman teman di sana juga asik kan.
Ah, entahlah.
Sudahlah jangan bahas dia lagi. Bahas kamu saja. Katanya kamu mau menikah? hayo kapan?
Dira : Mengalihkan topik ya? Baiklah. Benar aku mau menikah tahun ini. Seta akan melamarku Januari ini. Doakan semoga lancar ya!
Tsuki : Iya, aku doakan.

Dira tau bagaimana hubungan Tsuki dan Akarui. Akarui teman yang sangat dekat dengan Tsuki.
Akarui, laki-laki supel yang tiba-tiba berubah menjadi pemalu saat berhadapan dengan Tsuki.
Tsuki, wanita manja yang tiba-tiba berubah menjadi dewasa saat berhadapan bertemu Akarui.

Dira dan Akarui sang anak Indonesia yang kuliah di Jepang terbantu oleh Tsuki.

Akarui anak Indonesia asli. Dia kuliah di Jepang dan mendapatkan karir di Jepang. Dira pun tak menanyakan lagi kepada Tsuki tentang Akarui. Obrolan Dira dan Tsuki pun panjang berganti topik tentang kenangan mereka. Hingga sore tiba mereka pun beranjak pulang ke rumah masing-masing.

Tsuki sampai ke rumahnya. Menutup pintu dan berkata.
"Dira mengingatkan aku pada Akarui"
"Bagaimana kabarnya?"
"Ada apa dengan janji dan perkataannya yang manis itu?"
Mungkin hanya ucapan penghibur diriku."Aargh kenapa dia gak peka! Dia tak pahami isyaratku selama ini."

Sambil berjalan mondar mandir di kamar dia masih mengoceh.
"Nasihatku mungkin tak terdengar olehnya. Dikiranya aku tukang tuntut ini itu. Mungkin aku juga salah."

Tsuki beralih membaca novel, tetapi pikirannya tetap ke Akarui. Masih saja Tsuki mengoceh.
"Aku tak tau apa yang orang itu upayakan untukku.
Katanya teman tapi kenapa aku merasa serba salah.
Oh temanku, Akarui. Bagaimana aku menghadapimu?"

Tsuki menuju tempat tidur dan berbaring.
Matanya terbuka, dia tidak bisa tidur. Pikiran Tsuki melayang.
Dalam hatinya berkata:
"Harapanku tiap hari tiap bulan semakin bertambah untuknya, tetapi ketika harapanku mulai membesar dan membesar harapan itu mulai pecah. Menjadi serpihan asa. Seperti sisa pecahan balon yang terlalu semangat aku tiup.
Sekali lagi aku salah berharap.
Kenapa aku selalu berharap kepada makhlukNya.
Mungkin kendali hatiku sedang digerogoti virus. Virus yg mematikan.
Ah sudahlah aku takkan berharap lagi pada makhlukNya. Harapanku harus besar kepada Sang Pencipta makhluk."

Tsuki pun malam itu tidur dengan berbagai analisis dan spekulasi aneh yang diciptakannya sendiri dan mulai memenuhi pikirannya.
Pagi ini Tsuki siap melakukan perjalanan. Dibuka ponselnya, ada satu chat masuk. Dilihat olehnya dari Akarui.
(bersambung)