Thursday, 31 August 2017

From hero to zero

Ust. Muhammad Nuzul Dzikri
-From hero to zero-
Pola pikir seorang Muslim from hero to zero. APA maknanya?
Kita tidak akan menjadi muslim sejati, kalau kita merasa sebagai orang yg kaya, orang yang berkuasa, dan orang yang serba Memiliki.
- apabila rasa kaya, berkuasa, dan memiliki segalanya ini sudah merasuk dalam diri kita ~> Maka kita akan byak melakukan maksiat.
Tetapi
-apabila kita merasa lemah, miskin, Dan menyadari bahwa diri kita adalah hamba yang terbatas ~> Maka kita akan tunduk patuh terhadap Allah SWT
Kalimat Innalillahi wa innailaihi rajiun (kita ini milik Allah SWT dan kita akan kembali kepada Allah SWT) harus menjadi mind set yang ditekankan Pada seorang Muslim.
Karena kita (manusia) adalah hamba. Adapun pengertian dari hamba adalah titik nadir (yang lebih rendah) dari semua bawahan yang ada.
Analogi seorang hamba kita ambil dari seorang asisten. Inti tugas asisten apa sih? Ya inti tugas asisten adalah menjalankan perintah dan menjauhi larangan. Bukan melayani ataupu membantu.
Contoh: Anda punya asisten, tibatiba pagi hari pas Anda bangun tidur. Asisten Anda menyajikan beragam makanan kepada Anda ada sate, Soto, nasi goreng Dan lain sebagainya. Padahal Anda tidak memerintahkan hal tersebut pada asisten Anda. Tentunya Anda akan marah kan, dan tindaka seperti meupakan tindakan asisten yg salah.
Kembali ke tugas manusia (hamba) terdapat dalam Qs. Addzariat: 56. Dan Aku tidak menciptakan Jin Dan manusia kecuali untuk menghamba kepadaKu.
Menurut tafsir Al Imam Mujahid dari ayat di atas ~> Tidak Aku ciptakan Jin Dan manusia kecuali untuk diperintah dan dilarang.
Hal tersebut sesuai dengan kedudukan kita sebgai seorang hamba. Karna kita adalah hamba yg lemah, miskin, tidak punya apa apa. Oleh karena ITU, kita sering menyandarkan diri memohon kepada Allah SWT dengan kalimat:

La haula wala kuwwata illa billah
"Tidak ada kekuatan Dan daya upaya kecuali pertolongan Allah SWT ".

Allah itu baik banget

Ust. Hanan Attaki
-Allah ITU baik banget-
Bberapa orang merasa kurang beruntung dibandingkan orang lain. Merasa dirinya paling sengsara, merasa hidup di dunia ini tidak adil. Orang orang seperti ini adalah orang yang belum mengenal Allah SWT.
Berikut ini cerita tentang orang yg telah mengenal Allah SWT hingga menyebut bahwa Allah SWT maha baik banget.
Suatu ketika Abu Ubaidah bin Jarrah, seorang gubernur sedang memantau rakyatnya. Tibalah dia di sebuah hutan. Dia pun menemukan ada sebuah gubuk kecil di tengah hutan. Dari luar gubuk tersebut, dia mendengar suara seorang laki laki yg terus menerus bertahmid kepada Allah SWT.
Alhamdulillah Alhamdulillah Alhamdulillah ....
Abu Ubaidah pun semakin penasaran, dia kemudian masuk ke dalam gubuk Ternyata ketika memasuki gubuk tersebut, dia menemukan seorang kakek tua renta terbaring tidur di bawah tanah  dan sedang bertahmid kepada Allah SWT. Kakek tersebut Ternyata tuna netra dan lumpuh.
Abu Ubaidah bertanya kepada kakek tersebut. "Sesungguhnya APA yg membuat kakek selalu bertahmid memuji Allah SWT. Saya penasaran APA yg kakek syukuri?"
Sang kakek pun menjawab. "Aku mensyukuri dua nikmat yang hanya diberikan kepada Allah SWT bagi hambaNya yang dicintaiNya.
Dua nikmat tersebut lebih aku cintai daripada dunia seisinya".
Abu Ubaidah pun semakin penasaran sehingga dia bertanya. "nikmat seperti APA?"
Sang kakek menjawab. "Dua nikmat tersebut yaitu:
1. Hati yang selalu mampu bersyukur
2. Lisan yang selalu berdzikir."

Dari cerita di atas bahwa kesuksesan dunia, kekayaan materi diberikan Allah SWT kepada siapa saja baik dia mukmin atau kafir. Tapi kenikmatan memiliki hati yang selalu mampu bersyukur dan lisan yg selalu berdzikir hanya diberikan kepada orang yg dicintai oleh Allah SWT. Itulah pembeda antara orang yg mengenali Allah SWT dan yg tidak.

Indahnya menjadi orang yang saleh

Ust. Khalid Basalamah
-Indahnya menjadi orang yang saleh-

Berikut ini 17 manfaat menjadi orang yang saleh.
1. Kehidupannya sejahtera (Qs.Annahl:67)
2. Keberuntungan bagi Mereka (Qs. Ar'ad:29)
3. Allah SWT membersihkan dosanya (Qs. almaidah:91)
4. Diberikan hidayah dan petunjuk (Qs. Yunus:9)
5. Allah SWT berkasih sayang dengannya (Qs. Maryam:96)
6. Derajat tinggi di surga (Qs. Toha:75)
7. Tidak ada ketakutan dan kekhawatiran (Qs. Almaidah:69)
8. Diberikan rezeki yang luas (Qs. Hajj:50)
9. Kedudukan yang tinggi di muka bumi (Qs. Annur:55)
10. Diberikan rahmat/karunia (Qs. Aljasiyah:30)
11. Diselamatkan dari segala kerugian (Qs. Al ashar 1-3)
12. Dicap oleh Allah SWT sebagai generasi terbaik manusia (Qs. Albayinah:7)
13. Allah SWT berjanji akan menemui orang saleh ketika di surga (Qs. Al kahfi:110)
14. Kita diperintah untuk menikah dg mereka (orang saleh) atau menikahkan saudara anak dg org saleh (Qs. Annur: 32)
15. Berdoa agar menjadi shalih shalihah bersama dengan kturunannya ("Qs. Al ahqaf:15)
16. Mendapat pahala yang berlipat ganda (Qs. Annisa: 173)
17. Puncaknya masuk ke dalam surga (Qs. Ghafir: 4)

Rencanakan ibadahmu

Ust. Adi Hidayat
-Rencanakan Ibadahmu-
Ibadah tidak bisa hanya hobi atau cuma ingin saja. Semua harus terencana (mau haji, infaq, tahajud semua harus direncanakan termasuk kapan merubah lingkungan.
Adapun penyakit turunan iblis berupa kepalang tanggung jangan diikuti. Dulu Adam di surga melakukan kesalahan segera bertobat, iblis tidak krna dia punya penyakit kepala tanggung. Sudah berbuat dosa skalian aja memohon menggoda anak Adam n kturunannya.
Ada kesempatan untuk berubah, kenapa tidak direncanakan saja. Kebaikan akan menjadi lebih mudah apabila terlebih dahulu direncanakan. Apalagi kalau ingin masuk surga.
Akan masuk surga, Rencanakan. Surga yang mana yang akan dipilih lalu lihat amalan yang harus dikerjakan kemudian terapkan.
Secara umum, ada 4 bagian surga.
1. Surga bersama rasul
Allah SWT berfirman:
"Wajah-wajah (orang mukmin) pada hari itu berseri-seri."
"Memandang Tuhannya."
(QS. Al-Qiyamah: Ayat 22-23)
Surga ini adalah surga yg ditempati orang orang dengan wajah berseri. Amalan yang dibutuhkan yaitu amalan yang mencontoh rosul. Bukan cuma Cara sholat rosul, tetapi juga perbuatan rosul dari bangun tidur sampai tidur kembali.
Allah SWT berfirman:  "Katakanlah (Muhammad), "Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang."
(QS. Ali 'Imran: Ayat 31)
Di dunia akan meninggal, namun di akhirat akan kekal. Rugi sekali apabila selama hidup abadi tersebut tidak pernah melihat rosul apalagi dapat bersamanya.
2. Surga di taman surga
Allah SWT berfirman:
15. Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada di dalam taman-taman (surga) dan mata air,
16. mereka mengambil apa yang diberikan Tuhan kepada mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu(di dunia) adalah orang-orang yang berbuat baik;
17. Mereka sedikit sekali tidur pada waktu malam;
18. dan pada akhir malam mereka memohon ampunan (kepada Allah) .
19. Dan pada harta benda mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta, dan orang miskin yang tidak meminta.
20. Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin,
21. dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?
22. Dan di langit terdapat (sebab-sebab) rezkimu dan apa yang dijanjikan kepadamu.
23. Maka demi Tuhan langit dan bumi, sungguh, apa yang dijanjikan itu pasti terjadi seperti apa yang kamu ucapkan. (51: 15-23)
Berdasarkan ayat di atas, amalan untuk surga bagian ini terdiri dari:
a. Orang-orang yang berbuat baik semasa di dunia. Waktunya di dunia selau digunakan untuk kebaikan.
b. Mereka sedikit sekali tidur pada waktu malam; (memperbanyak sholat tahajud)
c. Pada akhir malam mereka memohon ampunan (kepada Allah) .(memperbanyak istighfar setiap malam)
d. Pada harta benda mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta, dan orang miskin yang tidak meminta. (Orang yg mengejar surga tingkat dua ini tidak hanya menunggu orang meminta, tetapi dia juga mengejar siapa saja yg membutuhkan untuk diberikan shodaqoh)
3. Surga seluas langit Dan bumi
Allah SWT berfirman:
133. Bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa,
134. (yaitu) orang-orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang lain. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan.
Amalan untuk memperoleh surga ini:
a. Bertaqwa kepada Allah
b. Berinfak di waktu yg lapang Dan sempit
c. Orang yg menahan amarah Dan mampu memaafkan kesalahan orang lain.
4. Surga kelas ekonomi
Surga ini ya surga saja. Walau begitu keindahan surga ini diceritakan oleh nabi bahwa surga ini memiiki keindahan yg belum pernah dilihat oleh Mata, didengar oleh telinga, ataupun dibayangkan.
Dalam HR. Bukhori, diceritakan bahwa ada seorang badui yg bertanya kpad rosul aku tidak bisa melaksanakan amalan untuk mencapai bagian surga 1, 2, dan 3. Ajarkan kepadaku amalan ringan tapi bisa masuk surga! Rosul menjawab; cukuplah kamu menunaikan ibadah fardhu dengan istiqomah Maka kamu akan masuk surga.
Boleh saja menargetkan untuk menggapai surga no 4 tetapi ingat rumus kebaikan ini:
Rumus mengejar kebaikan ITU raih yg paling tinggi terlebih dahulu, apabila target amalannya kurang akan bisa masuk ke surga bagian selanjutnya 2 3 atau 4. Namun, apabila targetmu yg no 4 Maka jika amalan tidak terpenuhi Maka naudzubilah akan keluar dari ranah surga justru ke neraka.
* dunia bisa direncanakan, tetapi sering Kali manusia lupa merencanakan tentang akhiratnya.
* kalau sudah terbuka kebaikan dengan menentukan recana ibadah Maka berjuanglah terus.
Dan jangan Egois, mementingka diri sendiri. Ajak serta keluarga kerabat Dan teman.
Allah SWT berfirman:
Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia (52:21)
*Bukankah lebih Indah jika kita dapat bersama sama di surga.
Di setiap kebaikan untuk menuju surga. Alah menyuruh untuk selalu berjuang dengan sungguh sungguh.
Sebagaimana Allah SWT berfirman:
Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu cobaan sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu. Mereka ditimpa oleh mala petaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan dengan bermacam-macam cobaan sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman yang bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan Allah." Ingatlah sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat. (2:214)
*setiap kebaikan level keimanan, tentunya kita diuji. Allah sangat ingin hambaNya mensyukuriNya.

Allah SWT berfirman:
"Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antara kamu, dan belum nyata orang-orang yang sabar."
(QS. Ali 'Imran: Ayat 142).