Tuesday, 24 December 2013

make it better



alladziina yadzkuruuna allaaha qiyaaman waqu'uudan wa'alaa junuubihim wayatafakkaruuna fii khalqi alssamaawaati waal-ardhi rabbanaa maa khalaqta haadzaa baathilan subhaanaka faqinaa 'adzaaba alnnaari
191. (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.(Qs. Ali Imran: 191)



Simak cerita berikut!
Tidak Ada yang Sia-sia
Saat senja mulai menampakkan sinarnya di tepi pantai, terlihat seorang pemuda bertanya kepada seorang kakek tentang ilmu kehidupan. Sang kakek lalu menyuruh pemuda tersebut untuk membawakannya satu keranjang air. Tanpa berpikir panjang pemuda tersebut mengiyakan permintaan sang kakek. Dengan cepat ia segera berlari mengambil air dari laut di dekatnya dengan keranjang pasir yang dibawa oleh sang kakek.
Pemuda tersebut berkali-kali mengambil air dari laut untuk dibawa pada sang kakek, tetapi berkali-kali juga ia gagal karena air yang berada di keranjang pasirnya kosong tak berisi air. Air yang diambilnya cepat sekali habis sebelum ia sampai di depan kakek. Sang pemuda itu pun mulai kesal dan meminta keringanan kepada sang kakek.
“Kek, bagaimana kalau aku ambilkan air dengan ember itu saja!” seru sang pemuda kepada sang kakek sambil menunjuk ke arah ember yang berada di pinggir pantai.

“Aku meminta kepadamu satu keranjang air, bukan satu ember air” Jawab sang kakek.

“Kakek yang aku lakukan ini sia-sia saja dan tak ada gunanya, mana mungkin aku bisa membawakanmu satu keranjang air. Padahal lubang keranjang ini selalu membuat air yang aku bawa terjatuh” ucap sang pemuda.

Sang kakek kemudian mendekati sang pemuda dan memberi tahu kepada pemuda itu bahwa tidak ada yang sia-sia di dunia ini. Sang kakek menyuruh sang pemuda melihat keranjang pasirnya dengan saksama. Setelah berpikir lama sang pemuda sadar bahwa keranjang pasir yang semula kotor penuh dengan pasir kini telah bersih.
Kisah di atas menggambarkan bahwa tidak ada sesuatu yang sia-sia kalau kita mengerjakan sesuatu dengan kerja keras.  Ada sisi positif yang kadang tidak kita temukan.

huwa alladzii ja'ala alsysyamsa dhiyaa-an waalqamara nuuran waqaddarahu manaazila lita'lamuu 'adada alssiniina waalhisaaba maa khalaqa allaahu dzaalika illaa bialhaqqi yufashshilu al-aayaati liqawmin ya'lamuuna
5. Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak [669]. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui.(Qs. Yunus:5)

[669] Maksudnya: Allah menjadikan semua yang disebutkan itu bukanlah dengan percuma, melainkan dengan penuh hikmah.



0 comments:

Post a Comment