Wednesday, 11 December 2013



Kisah Dua Pengembara

      

Di dalam hutan hiduplah dua pengembara yang saling bersaudara. Suatu saat kedua pengembara ini terperangkap dalam gua. Kedua pengembara ini ingin sekali keluar, tetapi pintu gua itu tertutup oleh jeruji besi yang sangat kuat.

       Kedua pengembara ini berusaha sekuat tenaga untuk menghancurkan jeruji besi tersebut dengan kapak meraka yang tajam. Namun, kapak mereka mulai rusak karena jeruji besi itu terlalu keras bagi mereka. Kedua pengembara ini kelelahan dan butuh istirahat. Pengembara pertama berkata dalam hatinya: “Aku tidak akan menyerah sebelum menghancurkan jeruji besi tersebut sekuat tenagaku. Pantang menyerah adalah pangkal dari keberhasilan!” Pengembara kedua termenung dan berpikir: “Aku akan kelaparan dan kelelahan jika aku nekat menghancurkan jeruji itu dengan kapakku, ada baiknya kalau aku mengambil jalan lain saja untuk keluar dari gua ini.”

       Setelah beristirahat sejenak, pengembara pertama mulai menghancurkan lagi jeruji besi tersebut dengan sekuat tenaga, sedangkan pengembara kedua mengundurkan diri dari usahanya menghancurkan jeruji. Melihat pengembara kedua mundur diri dari usahanya, pengembara pertama mulai mengejek saudaranya itu: “Kamu itu sifatnya mudah menyerah dan tidak ulet bekerja mana mungkin kamu bisa berhasil dalam kehidupanmu?” Pengembara kedua tidak memedulikan ejekan saudaranya itu, dia mundur mencari jalan lain keluar dari gua tersebut. Akhirnya, pengembara kedua berhasil memeroleh jalan keluar dari gua itu, sedangkan pengembara pertama kelelahan karena berusaha menghancurkan jeruji besi itu.

       Cerita ini mengungkapkan bahwa untuk memecahkan masalah bukan hanya mengandalkan keuletan dalam bekerja, tetapi juga menggunakan kejelian dan kecerdasan. 
(terinspirasi kisah dua ekor tikus dalam cermot.com) 


0 comments:

Post a Comment